Wednesday, August 17, 2011

PERANG DUNIA II


 
Standar Kompetensi :
1.      Memahami Kondisi Perkembangan Negara di Dunia

Kompetensi Dasar    :
1.1.  Mendeskripsikan Perang Dunia I dan II ( termasuk pendudukan Jepang ) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, politik di Indonesia.

Tujuan Pembelajaran  :
Setelah mempelajari materi Perang Dunia I dan II, siswa diharapkan mampu :
  1. Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II 
  2. Menyusun kronologis Perang Dunia II
  3.  Mendeskripsikan pengaruh Perang Dunia II terhadap kehidupan politik di Indonesi
  4. Meguraiakan proses terbentuknya PBB dan Organisasi Internasional lainnya.

Monday, July 25, 2011

Bab 2 Perang Dunia


Kompetensi Dasar    :
1.1.  Mendeskripsikan Perang Dunia I dan II ( termasuk pendudukan Jepang ) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, politik di Indonesia.

Tujuan Pembelajaran  :
Setelah mempelajari materi Perang Dunia I dan II, siswa diharapkan mampu ;
1.      Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dunia I
2.      Menyusun kronologis Perang Dunia I
3.      Mendeskripsikan pengaruh Perang Dunia I terhadap kehidupan politik, ekonomi dan sosial secara umum
4.      Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II
5.      Menyusun kronologis Perang Dunia II
6.      Mendeskripsikan pengaruh Perang Dunia II terhadap kehidupan politik di Indonesia
7.      Meguraiakan proses terbentuknya PBB dan Organisasi Internasional lainnya.

A.  PERANG DUNIA I
a.Latar belakang Perang Dunia I
   Adanya kemajuan di bidang industri (revolusi Industri ) sehingga bangsa-bangsa di Eropa mencari daerah-daerah baru untuk dijadikan sebagai sumber bahan baku industri, tempat penanaman modal dan daerah pemasaran.
     b.Sebab-sebab Perang Dunia I
1.    Sebab Umum
Ø  Pertentangan antar negara-negara di Eropa, antara lain :
·   Perancis dengan Jerman, balas dendam atas kekalahan Perancis dalam perang Jerman Perancis tahun 1870-1871
·   Inggris dengan Jerman, bersaing untuk mendapatkan daerah jajahan contohnya di Afrika
·   Rusia dengan Jerman, Jerman menentang Politik Air Hangat yang dijalankan oleh Rusia
·         Rusia-Austro Hongaria, perebutan pengaruh di daerah Balkan
·   Rusia dengan Turki, melalui politik Air hangatnya Rusia bermaksud merebut pelabuhan wilayah kekuasaan Turki yang dapat dibuka setiap tahun.
Ø  Terbentuknya persekutuan-persekutuan militer yaitu Triple Allrantie dan Triple Etente
·   Triple Allrantie (1882 ) terdiri atas Jerman, Austro Hongaria dan Italia, kelompok ini disebut kelompok sentral.
·   Triple Etente ( 1907 ) terdiri atas Inggris, Perancis dan Rusia, disebut blok sekutu.
Ø  Adanya Perlombaan senjata
Ø  Perebutan daerah Balkan.
2.    Sebab khusus
Terbunuhnya putra Mahkota Austria – Hongaria Franz Ferdinand oleh Gavrilo Princip seorang Serbia di Sarajefo Ibu Kota Bosnia Herzegovina. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 Januari 1914. Terbunuhnya putra mahkota tersebut menyebabkan Austria-Hongaria menyatakan perang.
c.Pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Dunia I
Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Belgia, Rumania, Yunani, Serbia, Portugis, Turki Bulgaria, Jepang, Austro-Hongaria.
     d.Kronologis jalannya Perang Dunia I
Ø  Perang meletus pada tanggal 28 Juli 1914 setelah Austria- Hongaria menyatakan perang  dengan Serbia, kemudian Russia menyatakan perang dengan Austria.
Ø  Tanggal 1 Agustus 1914, Jerman menyatakan perang dengan Rusia, menyusul Perancis dan Inggris  menyerang Jerman
Ø  Tahun 1915 Italia bergabung dengan sekutu melawan Jerman, tahun 1917 Amerika juga bergabung dengan sekutu melawan Jerman dan Austria Hongaria.
Ø  Perang Dunia Pertama berlangsung di  4 front atau medan :
a)   Front Barat, Jerman melawan Perancis, Inggris dan Belgia. Perancis mengalami kemenangan karena dibantu oleh tentara Amerika Serikat.
b)     Front Timur, Jerman menyerang Rusia,
c)   Front/pertempuran laut, Jerman mengumumkan perang kapal selam tak terbatas dengan kelompok negara sekutu, sehingga terjadilah pertempuran di laut dekat Denmark, Jerman  melawan Inggris dan Amerika Serikat.
d)     Front Selatan , Jerman dengan Italia, dengan dibantu oleh tentara Turki Jerman
     menyerang Serbia dan Rusia.
Ø  Akhirnya pihak sentral ( Jerman) terdesak dan mengalami kekalahan yang disebabkan oleh : timbulnya bahaya kelaparan tentara Jerman, timbulnya pergolakan di dalam negeri negara-negara sentral, misalnya Jerman Austria-Hongaria terjadi perebutan kekuasaan di negaranya.
Ø  Pada tahun 1918 Jerman menyatakan menyerah, perang dunia I berakhir dengan kekalahan di pihak Sentral yang ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian Versailles atara pihak Jerman dengan Sekutu ( Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Italia ) pada tanggal 28 Juni 1919.

      e.Akibat Perang Dunia I
Ø  Di bidang Politik
1.       Beberapa kerajaan besar berubah menjadi negara republik, contonya : Rusia, Turki, Austria-Hongaria
2.       Lahirnya negara-negara baru seperti Polandia, Cekoslowakia, Yugoslavia dan Hongaria.
3.       Munculnya paham-paham baru, seperti komunisme, fasisme dan naziisme.
Ø  Di Bidang Ekonomi
1.       Timbulnya krisis ekonomi dunia yang dikenal dengan krisis Malaise
2.       Munculnya sistem ekonomi baru misalnya korporasi dan etatisme
Ø  Bidang Sosial
1.       Timbulnya pertentangan kelas antara majikan dan buruh
2.       Kaum wanita mendapat tempat yang sama dengan kaum pria
3.       Kesengsaraan dan penderitaan
4.       Berdirinya Liga Bangsa-Bangsa (LBB), 20 April 1919 yang diprakarsai oleh presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson, tujuan utama organisasi LBB adalah mencegah terulangnya perang dunia. LBB mulai berkerja  tahun 1920 dan berkedudukan di Jenewa Swiss.
       f.Pengaruh Perang Dunia I terhadap Kehidupan politik di Indonesia
1.       Belanda menjadi lebih longgar dalam mengendalikan keadaan politik di Indonesia
2.       Berkembangnya organisasi-organisasi pergerakan nasional yang cenderung radikall dan bersikap non kooperasi ( tidak mau bekerjasama dengan Belanda)
3.      Dibentuknya Volksraad ( dewan rakyat) oleh Belanda pada tanggal 18 Mei 1918, yang berfungsi sebagai parlemen yang mengembangkan kebebasan dan mendorong kearah penentuan nasib dan pemerintahan sendiri, Namun pada kenyataannya Volksraad ini tidak memiliki kekuatan, hal ini menimbulkan kekecewaan rakyat dan para tokoh nasional Indonesia

Saturday, July 23, 2011

Bab I. Materi IPS Kelas IX. Negara Maju dan Negara Berkembang


NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG


Standar Kompetensi :
  1. Memahami Kondisi Perkembangan Negara di Dunia
Kompetensi Dasar    :
1.1.   Mengidentifikasi Ciri-ciri Negara maju dan Negara berkembang
Tujuan Pemelajaran  :
Setelah mempelajari materi negara maju dan negara berkembang, siswa diharapkan mampu ;
  1. Mengidentifikasikan indikator negara maju dan negara berkembang
  2. Mengidentifikasikan ciri-ciri negara maju dan negara berkembang
  3. Membuat peta wilayah negara maju dan negara berkembang
  4. Memberikan contoh negara-negara yang tergolong ke dalam negara maju dan negara berkembang beserta alasannya.

A.  Pembagian Negara Maju dan Negara Berkembang
Atas dasar tingkat kesejahteraan penduduknya,negara-negara di dunia dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu negara-negara maju ( developed countries) dan negara-negara berkembang (developing countries).Secara Sederhana yang dimaksud dengan negara maju (developed cauntris) adalah negara yang sudah bisa mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan yang tinggi. Sedangkan negara berkembang (developing cauntris) adalah negara yang sedang membangun menuju kemajuan. Berdasarkan tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi, negara-negara di dunia di bagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.       Negara Dunia Pertama, meliputi negara-negara industri yang menggunakan corak ekonomi pasar, yang secara luas disebut negara-negara kapitalis atau dunia barat. Contohnya kelompok negara-negara Amerika Serikat dan Eropa Barat.
2.       Negara dunia ke dua, meliputi negara-negara ekonomi terencana secara sentral yang disebut blok komunis atau kubu sosialis. Contohnya Rusia
3.       Negara dunia ke tiga, meliputi negara-negara miskin banyak diantaranya baru merdeka dari kekuasaan kolonial, merupakan kelompok negara miskin / underdeveloped. Contohnya negara-negara di  benua Asia dan Afrika
Dari pengelompokan tiga bagian tersebut muncul istilah negara-maju dan negara berkembang.

B.   Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

Friday, May 20, 2011

Antisipasi cekok berkedok NII

       Akhir- akhir ini banyak pelajar dan mahasiswa yang mendadak hilang dan diduga dipengaruhi otaknya oleh ajaran Negara Islam Indonesia (NII). Hebohnya dan resahnya masyarakat menanggapi berita tersebut membuat beberapa pihak melakukan tindakan pencegahan. Para remaja menjadi sasaran NII ini karena remaja merupakan masa pencarian jati diri, kondisi mereka masih sangat labil dan mudah sekali dicekoki oleh hal-hal yang baru dan negatif.
      Berkaitan dengan adanya issu banyak remaja diculik dan dicekoki paham-paham yang tidak benar tersebut. Bahkan penculiknya  melakukan pencucian otak (brainwashing) terhadap korban . Bagaimana tindakan kita sebagai seorang guru menyikapi terror tersebut ?? Kita sebagai seorang pendidik bertanggungjawab untuk melakukan tindakan pencegahan kepada peserta didik melalui cara yang persuasive, agar anak-anak kita tidak mudah dipengaruhi dan terpengaruh oleh paham-paham yang tidak benar. Tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan membangun benteng ketahanan siswa. Guru bertanggungjawab untuk membangun ketahanan diri siswa sebagai benteng pertahanan menghadapi pengaruh-pengaruh negatif dari dunia luar akibat perubahan sosial budaya yang semakin cepat.Disinilah pentingnya guru sebagai seorang pendidik, mendidik berarti bukan hanya transformasi ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi lebih menekankan kepada pemberian bimbingan pada peserta didik agar potensi yang dimiliki mereka berkembang secara optimal mungkin, ahklak moral mereka terjaga dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pendidikan ini disamping guru adalah penyampai ilmu pengetahuan (mengajar) juga sekaligus pembimbing,membina dan menjaga ahlaq peserta didik ( mendidik).
Tindakan membangun benteng ketahanan diri peserta didik ini bukan hanya tanggung jawab guru mata pelajaran PKn, PAI maupun guru BP/BK saja. Namun semua guru mata pelajaran termasuk kepala sekolah dan komite mempunyai tanggung jawab moral dalam mewujudkan ketahanan siswa tersebut . Berupaya menyelamatkan peserta didik dari intervensi kelompok-kelompok,radikalisme, liberalisme dan paham-paham lain yang menyesatkan. Bukan hanya Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif lainnya), adanya issu tentang pencucian otak alla NIIpun patut untuk kita waspadai. Napza maupun cekok paham-paham berkedok NII merupakan zat yang berpengaruh terhadap susunan syaraf atau otak manusia. Mereka yang sudah terpengaruh akhirnya tidak lagi memiliki nilai-nilai moral dan kecakapan sosial sebagaimana layaknya orang-orang normal lainnya.
        Menurut pendapat saya ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh guru, sebagai tindakan antisipasi berkaitan dengan adanya isu pencucian otak ala NII ini.Pertama, guru ketika menyampaikan ilmu dikelas ( mengajar), harus melakukan bimbingan, membina moral siswa melalui penyisipan materi tentang pentingnya bersikap waspada dan antisipatif terhadap kehadiran orang yang belum dikenal dengan baik. Guru melakukan pembinan terhadap peserta didik akan bahaya yang ditimbulkan dengan adanya pencucian otak yang diduga dilakukan oleh kelompok NII. Tanamkan sikap kritis kepada siswa terhadap pengaruh perubahan cara berfikir orang lain, artinya kritis dalam hal ini berarti sikap tidak menerima begitu saja terhadap sesuatu yang berasal dari pihak lain, untuk kemudian mencermati segala kemungkinan yang timbul dan dapat dipersoalkan, menolak ikut arus pendapat mereka yang menurut orang lain dianggap sudah jelas dan benar. Berikan pemahaman kepada siswa bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, keberagaman yang ada di Indonesia itu perlu kita hargai dan yang tidak kalah pentingnya perlu sekali menjaga keutuhan dan integritas bangsa Indonesia.
    Upaya yang kedua, ciptakan komunikasi yang harmonis dengan penuh kasih sayang, kesabaran dan keakraban dengan peserta didik sehingga mereka mau mengungkapkan beberapa permasalahan yang sedang mereka hadapi, agar mereka tidak ke sembarang orang percaya sehingga mudah untuk dicekoki. Menurut berita yang beredar para remaja yang berhasil diculik dan sudah dicuci otaknya oleh paham NII, akan berprilaku melawan kepada siapa saja termasuk orang tua. Tindakan-tindakan pencucian otak yang diduga dilakukan oleh NII, tidak hanya langsung kepada para remaja yang mereka culik, tetapi mereka lakukan juga melalui dunia maya ( internet), paham-paham NII ini mereka sampaikan kepada para pengguna internet. Semua guru berkewajiban membangun benteng pertahanan siswa dengan memberikan sebuah motivasi dan penguatan aqidah siswa secara benar sehingga dengan demikian siswa tidak terjerumus terhadap paham-paham yang menyesatkan.
     Yang ketiga guru perlu adanya komunikasi dan kerjasama dengan orang tua, agar mereka lebih memperhatikan anaknya dan waspada dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anaknya. Orang tua menurut saya jangan mudah percaya terhadap anaknya apabila mereka ijin keluar rumah dengan alasan belajar kelompok atau sekedar main.Bahkan ketika anak sering menyendiri di kamarpun selaku orangtua perlu mencurigai keadaan anak tersebut. Pemantauan orang tua tehadap anak harus lebih ekstra lagi dari sebelumnya. Perhatikan setiap perubahan yang terjadi pada diri anak, baik prilaku, penampilan, ibadahnya, teman-temannya dan prestasi sekolahnya. Orangtua harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada anaknya. Buat anak merasa dihargai,nyaman curhat dan diskusi dengan orangtua.Ajak anak melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh orang tua seperti ibadah (sholat, baca alquran, puasa, shodaqoh dll).
Untuk membangun ketahanan siswa ini memang perlu adanya kerjasama yang sinergis antara guru dan orang tua di dalam mengantisipasi berbagai hal, termasuk mengantisipasi aliran-aliran sesat yang di duga dilakukan oleh NII.

Wednesday, May 4, 2011

Kepemimpinan dalam Organisasi

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
Pengertian
Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama
Pengertian kepemimpinan itu bersifat universal, berlaku dan terdapat pada kepemimpinan di berbagai bidang kegiatan atau hidup manusia
Pengertian umum kepemimpinan adlah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak,menuntut, menngerakan dan kalau perlu memaksa orang lain agar ia menerima pengaruh itu,selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud atau tujuan tertentu.(Dirawat dkk,1976:11-12)
Unsur Yang Terlibat Dalam Situasi Kepemimpinan
oOrang yang dapat mempengaruhi orang lain di satu pihak
oOrang yang daapat mempengaruhi di lain pihak
oAdanya maksud-maksud atau tujuan-tujuan tertentu yang hendak dicapai
oAdanya serangkaian tindakan tertentu untuk mencapai maksud atau tujuan tertentu itu.

Beberapa Defenisi Tentang Kepemimpinan
1.Kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak daripada sumber-sumber, dan alat-alat (resources) tersedia bagsuatu organisasi (Sondang P.Siagian,1980:6)
2.Kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta menggiatkan orang, dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan definisi yang lengkap dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah proses pemberian jalan yang mudah (fasilitas) daripada pekerjaan orang lain yg terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yg telah ditetapkan (Mardjiin Syam,1966:11)
3.Carter v.Good memberikan pengertian yang lebih luas tentang apa sebenarnya hakekat kepemimpinan itu dalam dua batasan:
oThe ability and readiness to inspire,guide direct or management others
oThe role of interpreter of interpreted and abjectives of a group the group recognizing and accepting the interpreter as spokesman (Carter V.Good,1959;319)
oJadi kepeimpinan itu sebagai fenomen atau kualitas kegiatan-kegiatan kerja dan interaksi di dalam situasi kelompok,ini merupakan sumbangan dari seseorang di dalam situasi-situasi kerjasama. Kepemimpinan dan group adalah merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain,tak ada group tanpa adanya kepemimpinan dan sebaliknya kepemimpinan hanya ada dalam situasi interaksi group, seseorang tak dapat dikatakan pemimpin jika ia berada di luar group.(cf.Dirawat dkk,1976:20)
oPembahasan tentang kepemimpinan telah menunjuk kepada suatu fenomena kemempuan seseorang dalam mengarahkan orang lain dalam suatu kerjasama. Apabila dipadukan dengan istilah pendidikan, muncullah istilah kepemimpinan pendidikan.