Friday, April 15, 2011

Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah : Perencanaan,Implementasi dan Evaluasi Sistem Pendidikan
Semester : II
Dosen : Prof. Dr. H.S Koswara
Kelas : 11B
Tahun : 2011
__________________________________________________________________________

Jawablah soal di bawah ini sesuai dengan pertanyaan sebelumnya

1. Kenapa Perencanaan Pendidikan itu sangat penting ?
2. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Inovatif dan apa fenomena Perencanaan Inovatif itu ?
3. Menurut Hendry Mintaberg ada lima tahap dalam strategi perencanaan, tuli kelima tahap berikut penjelasannya !
4. Di dalam menyusun perencanaan pendidikan perlu memperhatikan pengaruh ASTAGRATA.Apa yang dimaksud ASTAGRATA dan jelaskan ke 8 unsur tersebut !
5. Apa yang dimaksud dengan karakteristik perencanaan pendidikan itu !
6. Bagimana rekontruksi perencanaan pendidikan agar memberi manfaat bagi masyarakat pendidik maupun masyarakat luas !
7. Kenapa antara perencanaan pendidikan dengan implementasi pendidikan itu tidak sinkron ?
8. Bagiamanakah proses perencanaan pendidikan dan model pendekatan perencanaan pendidikan menurut Benghart dan Tull ?

Ujian Tengah Semester

Saturday, April 2, 2011

Semut Nabi Sulaiman ( Cerita Untuk Anak Muslim)

Semut itu, mahluk yang diciptakan Allah dalam bentuk yang kecil. Mereka hidup secara berkelompok di dalam tanah, membuat lubang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan di musim dingin. Rakyat semut mempunyai organisasi yang baik pula. Mereka mempunyai sifat yang patut diteladani oleh kita selaku manusia yaitu selalu memberi salam dengan mesra sesama teman-teman, kerabat dan orangtuanya, mereka selalu bersalaman dan berciuaman ketika bertemu dengan saudaranya.Disamping itu juga para semut mempunyai sifat kerjasama yang cukup solid.
Pada suatu hari di perkampungan semut, berkatalah raja semut : “disana ada sepotong kurma, kirimlah 1000 semut tentaraku untuk mengambil dan membawanya”. Perintah sang raja.
Dengan hati yang riang gembira dan ceria, 1000 ekor semut bekerjasama melaksanakan perintah sang raja, mereka membawa sepotong kurma itu untuk persediaan makanan mereka selama satu tahun.
Semut takut pada air. ½ gelas air saja, dapat meneggelamkan dan membunuh 1000 ekor semut karena semut bukanlah mahluk yang pandai berenang. Masing-masing semut diperkampungan itu mempunyai tugas yang berbeda-beda, ada yang bertugas sebagai penjaga keamanan, ada juga yang mengawasi semut-semut pekerja yang lain.
Diantara beribu-ribu semut diperkampungan, ada 1 ekor semut yang gagah, pemberani, dan pekerjakeras, oleh sang raja semut itu di diangkat menjadi panglima semut yang bertugas menjaga keamanan kerajaan semut.
Ancaman lainnya yang paling berbahaya bagi semut selain air adalah manusia. Manusia akan membunuh dan memusnakan semut dengan tidak disadarinya. Terkadang manusia membunuh semut dengan telapak kakinya, karena tak melihat ketanah saat berjalan. Manusia hanya melihat kedepan, kebelakang, kekanan dan kekiri. Sungguh, alangkah angkuh dan sombongnya manusia ini !!!
Pada suatu hari panglima semut bertemu dengan seorang hamba Allah yang shaleh, rendah hati dan bijaksana. Beliau adalah raja yang sangat kaya raya. Sulaiman namanya. Suatu hari panglima semut sedang menjaga keamanan lembah semut, berjalan merayap dalam jarak yang cukup jauh. Terus berjalan, langkah demi langkah, sambil bertasbih kepada Allah SWT. Setelah berjalan cukup jauh, panglima mendapati sebuah pohon lalu merayap keatas pohon, diam sejenak sambil terus bertasbih pada Allah SWT.
Tiba-tiba terdengar sesuatu dari jarak yang jauh, lebih dari seribu langkah kaki mendekati perkampungan semut. Panglima semut terus naik keatas pohon yang lebih tinggi untuk melihat dan memastikan pasukan siapa yang datang. Dengan perasaan takut, terlihat sekumpulan pasukan yang terdiri atas jin, manusia dan burung berjalan dengan tertib. Pasukan ini bukan pasukan biasa. Barisan manusia, jin dan burung yang sangat panjang seolah-olah tak berujung. Kecemasan dan ketakutan merasuki tubuh sang panglima semut saat dia saksikan pasukan yang begitu banyak.
“Seandaianya pasukan semut tersebut melewati perkampungan kami , hancurlah kami’, dalam hati panglima semut berkata.
Dengan perasaan cemas akan bahaya yang mengencam,tergesa-gesa panglima semut turun dari atas pohon, dia kerahkan tenaga untuk berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi pulang menuju keperkampungan semut.
Sepanjang perjalanan semut pulang, dia sampaikan berita tentang apa yang ia lihat kepada semut-semut yang berpapasan.
“bahaya sedang mengancam kita wahai saudaraku,” katanya.
“Bahaya apa?”, Tanya semut yang lain.
“Ada sekumpulan pasukan manusia yang sedang berjalan kearah kita” katanya panglima semut
Sesampaianya panglima di kerajaan semut , ia langsung melaporkan kepada sang raja tentang bahaya yang ia lihat.
“Ada barisan tentara dari jin, manusia dan burung tuanku, mereka diatur sangat tertib dalam barisan dan sepertinya akan melawati lembah semut, tempat perkampungan kita sang raja”
“Berapa jumlah tentaranya?”, Tanya sang raja semut.
“banyak tuanku..!” lapor sang semut.
Didalam lembah semut, kemudian mereka mengadakan rapat yang diikuti oleh para punggawa semut dan hanya berlangsung beberapa detik. Hasil dari rapat dewan semut itu antara lain ;
Intruksi agar para semut yang ada diperkampungan masuk kelubang atau rumah masing-masing,
Bagaimana dengn para semut yang keluar rumah yang sedang bekerja..?
Untuk semut yang berada diluar perkampungan diperintahkan untuk segera kembali secepat mungkin kedalam perkampungan.
Panglima semut membunyikan peluit peringatan terakhir. Panglima semut dan rajanya kemudian naik keatas pohon berdiri disana sambil mengawasi dan mengamati situasi. Pandangan sang panglima semut lurus kearah utara, jalan yang akan dilewati oleh ribuan pasukan, jin, burung dan manusia.
Beberapa saat kemudian terlihat banyak pasukan dari kejauhan berbondong-bondong bagaikan kumpulan semut juga. Rombongan berjalan kearah kampung semut sambil mengucapkan takbir.
Setelah melihat rombongan pasukan makin mendekat, raja semut berseru dengan lantang :
“hai semut-semut, masuklah ke kedalam sarang-sarangmu masing-masing agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tak menyadarinya”. (Q.S An-Naml:18)
Semua semut mendengar intruksi dari sang raja, semut-semut segera berlari menuju sarang masing-masing. Disaat yang sama, ketika semua semut sibuk kesarangnya masing-masing, tiba-tiba pasukan yang terdiri atas jin, burung dan manusia berhenti tepat dekat pohon dimana sang panglima dan raja semut berada.
Salah seorang dari pasukan tersebut, terlihat sangat gagah, berwibawa dan soleh. Dia adalah pemimpin pasukan. Dengan wajah yang ramah sang pemimpin mengucapkan salam kepada panglima semut yang sedang berada di atas pohon.
“Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh, wahai semut”, sapa sang pemimpin.
“Wa’alaikum salam warohmatullahiwabarokatuh, tuan”, balas sang raja dan panglima semut serempak.
“Janganlah cemas dan takut dengan kehadiran pasukanku wahai semut” kata sang pemimpin dengan tersenyum
‘ Siapakah tuan, mengapa tuan mampu menggunakan bahasa semut ? tanya sang panglima semut.
Dengan senyumannya yang sangat berwibawa yang terlihat jelas dia orang yang soleh,manusia itupun menjawab; ‘ aku adalah panglima pasukan ini,
“Aku Sulaiman, nabi dan juga seorang raja”, balas sulaiman.
“seorang nabi !, benarkan itu ? Siapakah nama tuan ?, mengapa tuan mampu berbahasa semut ? tanya sang semut dengan keheranan.
“Aku diajari oleh Allah berbagai macam bahasa binatang”, kata nabi Sulaiaman.
Mendengar seruan sang raja semut tersebut, kemudian nabi Sulaiman berdo’a:
”Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang engkau ridhoi;dan masukkanlah aku kedalam rahmat-Mu ke dalam hambamu yang saleh”.
(Q.S An-Naml:19)
Dengan badan gemetar panglima semut bertannya lagi,
“Wahai Sulaiman nabi Allah, bersediakan engkau mendo’akanku..?
“Apa yang harus aku doakan untuk para semut? kecuali seruanmu tadi akan menjadi firman Allah dalam Al Qu’ran dan dibaca oleh orang-orang soleh dalam solatnya.
Dengan mengucap takbir sang semut turun dari atas pohon.
“Alangkah mulianya Sulaiman, beliau sudah diberi nikmat yang sangat besar, namun tidak takabur dan sombong” kata raja semut kepada panglimanya.
Dengan suara lantang Nabi Sulaiaman kemudian berseru kepada seluruh pasukannya.
“Kita putar arah jangan melewati lembah dan perkampungan semut,” seru sang nabi.
Mendengar kata-kata sang nabi tersebut, para semut meloncat riang gembira dengan mengucapkan takbir dan selamat jalan kepada sang nabi,
Akhirnya para semutpun selamat dari bahaya injikan kaki manusia pasukan nabi Sulaiman

Thursday, March 17, 2011

Masyarakat Laboratorium IPS


oleh: sugiharti
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai SD/MI/SDSLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial . Pada jenjang SMP/MTs Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berdasarakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), meliputi bahan kajian: sosiologi, sejarah,geografi, dan ekonomi. Bahan kajian tersebut menjadi mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS), yang diberikan dalam bentuk terpadu. Tidak lagi terpisah-pisah (dengan sub mata pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi). Perubahan tersebut membawa nuansa baru dalam pembelajaran IPS dari berorientasi ilmu sosial (social sciences) menuju studi sosial (social study).
Melalui pembelajaran terpadu siswa diharapkan dapat memperoleh pengalamanan langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajari. IPS terpadu merupakan terobosan dalam memberikan bekal peserta didik agar mengenal konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; memiliki kemampuan dasar berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, pandai memecahkan masalah, dan mempunyai ketrampilan sosial; memiliki komitmen dan kesadaran nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; serta kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik tingkat lokal, nasional, maupun global.
Kreativitas guru dalam implementasi IPS terpadu sangatlah sentral. Guru dituntut untuk mampu mengembangkan desain pembelajaran yang inovatif sehingga memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengasah potensi yang dimilikinya.
Variasi dalam model pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan srategi untuk menghindarkan anak dari kejenuhan sehingga motivasi belajar selalu terjaga. Dalam mengembangkan model pembelajaran, penentuan sumber belajar salah satu bagian terpenting. Sumber belajar IPS tidak hanya perpustakaan, museum,multimedia (internet), namun ada satu sumber belajar lain, yaitu masyarakat. Masyarakat merupakan sumber belajar yang otentik, kontekstual, dan lengkap. Fenomena- fenomena sosial yang terjadi di masyarakat adalah sumber belajar riil, mudah diamati, bahkan dapat bersentuhan secara langsung dengan kehidupan siswa, sehingga harus kita manfaatkan dalam proses pembelajaran.
Hampir semua SK/KD materi IPS dapat memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium belajarnya. Hal tersebut dapat dilakukan melului penugasan terhadap siswa untuk melakukan wawancara dan observasi yang tentunya berkaitan dengan Standar Kompetensi dan kompetensi dasar yang dipelajari. Pertama wawancara, dapat dilakukan melalui wawancara kepada tokoh masyarakat, pengurus organisasi, lembaga atau orang yang dianggap mengerti/paham tentang suatu peristiwa atau segala sesuatu yang ada di masyarakat lingkungan tempat tinggal siswa.Kedua, observasi, banyak fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan menggelitik untuk diamati. Misalnya bagaimana prilaku anggota masyarakat akibat perubahan sosial budaya, siswa diminta untuk mengamati prilaku positif dan negatif yang diperlihatkan oleh masyarakat, mengamati dan mencatat sikap-sikap positif dan negatif masyarakat menghadapi perubahan social budaya. Contoh-contoh bentuk perubahan sosial budaya.
Dengan melakukan observasi, siswa dapat mencatat, mengoleksi, atau merekam data yang otentik terkait materi tertentu. Agar siswa lebih mudah dan terarah dalam melakukan observasi, siswa harus dibekali dengan panduan observasi yang disusun oleh siswa dengan bimbingan guru.
Dari masyarakatlah peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari,menggali, menemukan konsep dan berbagai macam informasi secara holistic dan atentik. Selanjutnya siswa diminta untuk mengolah data tersebut dalam bentuk laporan,tabel, diagram atau bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan pepatah Cina yang diajarkan oleh Kungfusius yaitu I hear and I forget, I see and I remember, I do then I Understand ( apa yang saya dengar saya lupa, apa yang saya lihat saya inggat, apa yang saya kerjakan saya paham). Dengan siswa mengali dan menemukan sendiri di masyarakat dari materi konsep pembelajaran IPS yang dipelajari siswa akan lebih paham dan tidak cepat lupa.
Dampak positif yang terlihat dengan memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran, pada siswa adalah meningkatnya rasa senang belajar IPS, meningkatnya rasa percaya diri, tanggungjawab, dan memiliki kemampuan berkomunikasi dan kerjasama dalam aktivitas observasi, wawancara, dan presentasi pelaporan hasil. Faktor guru dan siswa sebagai sesuatu yang menentukan pelaksanaan dan keberhasilan proses pembelajaran. Aktivitas belajar akan berhasil apabila ada motivasi pada peserta didik dan kemampuan guru membuat suatu desain pembelajaran yang mengarahkan peserta didiknya untuk dapat memanfaatkan masyarakat sebagai labolatorium pembelajaran.
Banyak manfaat yang diperoleh peserta didik dalam memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran IPS.Antara lain; melatih keberanian siswa melakukan wawancara dan observasi,melatih kemampuan siswa membuat analisis dan kesimpulan terhadap suatu peristiwa/fenomena tersebut berdasarkan dari hasil wawancara dan observasi,menanamkan sikap ilmiah sedini mungkin melalui pembuatan laporan dan mempresentasikan di depan kelas,membiasakan siswa bertanggungjawab disiplin.

Saturday, February 26, 2011

KAJIAN PARADIGMA

PARADIGMA
Pengertian paradigm
Sebelum mendeskripsikan dan memberikan komentar suatu karya ilmiah (desertasi), tampaknya perlu menyatukan konsep mengenai istilah yang disajikan dalam bahasan ini. Adapun konsep atau istilah tersebut antara lain
 Paradigm
 Focus masalah
 Model penelitian
Pengertian paradigm terdiri dari beberapa konsep ;
1. Paradigma yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan semestinya yang dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan ( G. Ritzer,1997)
2. Keseluruhan susunan kepercayaan, nilai-nilai, serta teknik-teknik yang semua dipakai oleh anggota komunitas ilmuwan tertentu ( Thomas Kuhn yang dikutip oleh Watson dan Cruk 1968)
3. Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial banyak diartikan “ kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proporsi yang mengarahkan cara berfikir dan cara penelitian (boq dan Bikken, 1982 :32)
4. Model-model atau pola-pola
5. Paradigm bukanlah teori-teori, namun lebih merupakan cara berfikir atau pola-pola untuk penelitian yang diperluas dapat menuju pembentukan suatu teori.
 Paradigma yaitu keseluruhan susunan kepercayaan dan asumsi-asumsi yang dipegang bersama yang dipakai oleh peneliti (promovedus) dalam memandang focus masalah penelitiannya.
 Focus masalah adalah permasalahan yang sentral yang menjadi perhatian penelitian dan dicari jawabannya dalam penelitian tersebut. Focus masalah ini biasanya akan diterjemahkan lebih lanjut secara rinci ( operasional) ke dalam beberapa pertanyaan penelitian.
 Model penelitian adalah kerangka konseptual yang dikembangkan dan digunakan sebagai pedoman sistematik dalam melakukan sebuah penelitian.

Paradigm
‘ The elucidation of immediate experience is the sole justification for any thought and the starting point for thought in the analytic observation of components of this experience, the true method of discovery is like the flight of on aeroplane, it start from the ground of particular observation, it makes of flight in the thin air imaginative generalization and it again lands for renewed observation.

PARADIGMA DAN PROSES EVOLUSI SAIN MENURUT THOMAS KUHN
o Normal science
o Hasil-hasil
o Proses revolusi keilmuan
o Anomali dan krisis

a. Normal science
1 Hasil-hasil studi terdahulu dalam bidang keilmuan, baik hasil-hasil penelitian teori, dalil atau paradigma ysng telah diterima secara luas kemudian digunakan ilmuwan sebagai landasan berpijak dalam melakukan studi.
2 Wahana untuk mengaktualisasikan suatu paradigma agar lebih luas ; a). dengan menggunakan fakta baru yang relevan dan b). dengan memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang lebih terinci
3 Normal science layak disebut paradigma jika memberikan sesuatu yang baru bagi aktivitas keilmuan yang didukung oleh para ilmuwan dan mampu merangkum banyak fakta atau masalah (open-ended).
4 Suatu kondisi yang menunjukan bahwa suatu materi keilmuan sedang mapan karena mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang sedang berkembang.
5 Suatu wilayah keilmuan yang ruang lingkup aktivitas penelitian keilmuannya (periode akumulasi terbatas dalam mengembangkan paradigma yang sedang populer)
b. Hasil-hasil
c. Proses revolusi keilmuan
1) Revolusi keilmuan terjadi apabila paradigma yang sedang digunakan para ilmuwan dalam tataran normal science tidak mampu lagi memecahkan berbagai masalah baru atau tidak mampu menjawab berbagai anomaly yang terjadi dalam kondisi krisis paradigma, sehingga muncul paradigma baru.
2) Paradigm baru dapat lahir karena ikhtiar keilmuan ilmuwan atau muncul fenomena baru.
3) Interpretasi ilmuwan tentang alam atau realitas akan berubah ketika paradigm yang digunakannya berubah
4) Ketika suatu paradigma baru hasil revolusi itu telah diterima komunitas ilmuwan yang luas akan menjadi normal science.

d. Anomali dan krisis
1) Anomali adalah ketidakmampuan suatu normal science dalam menjelaskan dan memecahkan fenomena-fenomena yang khusus dan berbeda dengan sesuatu yang telah dipecahkan sebelumnya oleh paradigma yang ada.
2) Krisis paradigma merupakan dampak dari anomali karena munculnya berbagai keganjilan atau aneka penyimpangan dari sesuatu yang telah lazim diterima yang tidak mampu dijelaskan oleh paradigm yang lama.
3) Keahlian paradigma lama diragukan, kemudian tampil paradigm baru dan popular dikalangan ilmuwan.